Bisa kualat ngebohongin mamah

“lut tuku soklin” kalimat yang mama kirim setiap ba’da asyar ketika persediaan diterjen dirumah hampir habis, FYI  diusia saya yang akan hilang masa remaja lima tahun kedepan, baju saya masih mama yang nyuci, termasuk celada dalam.

entahlah mama kadang marah kalau saya nyuci sendiri,  katanya nggak bersih, mengabisin banyak diterjen, banyak kenangan yang tersisa.

kenapa ba’da asyar?  karena waktu itu adalah masa-masa dimana saya sedang berkemas, pulang dari kantor.
kalo ngirim smsnya terlau awal pasti saya lupa membelinya, penyakit saya yang satu ini sudah  banyak yang tahu,
sampai ibu kantin kantor yang baru saja menyandang status janda itu pernah bilang “kalau tit*tmu itu tidak nempel, pasti kamu lupa naruh”. 

mama itu nggak ada romantis-romantisnya sama anak, ya mungkin dia punya cara sendiri… entahlah (saya masih mikir nih, hal romantis apa yang pernah mama buat).

“lut beli soklin” cuman itu, saya juga mengharapkan percakapan yang manis antara seorang ibu dan anak.
mama memang orang yang kaku dan jarang bercanda, terlebih lagi tidak pandai berbasa basi.

terus kata apa yang kamu harapkan dari percakapan pada sms terebut ?

ya misalnya ditambaih apa kek..
“lut beli soklin, ntar mama masakin cumi-cumi”
“lut beli soklin, cepet pulang ya calon istri sudah nunggu dirumah” , asyik kan ? atau
“lut beli soklin, warisan yang dari mbah ntar buat kamu semua“,
kalau dapet sms kaya gini pasti saya beli diterjen sekaligus si mas-mas warung.

suatu hari saya memang membeli diterjen nih, tetapi yang namanya ibu-ibu pasti teliti dengan apa yang dia pesan. saya beli diterjen tetapi tidak ada hadiah piring.

“lut.. ada yang kurang”, kata mama sambil melihat isi belanja di kantong kresek.
“sudah mih, diterjen seperti biasa…” jawabku, saya masuk ke kamar merebahkan badan.
“iya tau tapi ada yang kurang….”,  teriaknya, sebenarnya tanpa teriakpun saya sudah dengar, “piringnya mana..!! “. tambahnya.

saya baru sadar ternyata dibalik pembelian diterjen dia mengharapkan sebuah piring cantik.
“wah mih…. tapi diterjen itu ada undian umrohnya” jawabku asal.
“pokoknya mamah nggak mau tau, kamu cepat kembai kesana…”
“dituker mih.. ?” tanyaku sedikit teriak, penasaran
“kamu harus kesana dan beli diterjen yang kaya gini lima sekalian.. biar satu keluarga bisa umroh semua” jawab mama sambil berlalu.

ah….dasar ibuk-ibuk. emang kualat ngebohongin mama sendiri. besoknya saya meninta piring cantik bonus diterjen, sepertinya memang mas mas warungnya lupa menyertakan piring tersebut.
gara gara mas-mas warung lupa, saya hampir di kutuk jadi piring.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s