Novel Kailasa – Jejak Tanah Surga Yang Terluka

jejak tanah surga yang terluka, kata itu tertulis di sampul novel berwarna hijau yang didalamnya terdapat gambar siluet deretan candi arjuna dan bukit hijau yang berlokasi di mesir dieng .

dari melihat sampulnya saya sudah mengira  akan menceritakan kehidupan masyarakat yang tinggal di negeri atas awan dieng, didalamnya pastinya ada seorang pemuda dengan percintaanya yang rumit, frustasi karena ditolak cintanya kemudian menceburkan diri ke kawah, atau mencoba bunuh diri dengan cara telanjang bulat di pagi buta berlari mengelilingi candi.

atau seorang pemuda bodoh yang ingin berganti kepercaan dari menyembah tuhan menjadi menyembah kentang, yang memang kentang merupakan hasil bumi paling di agung-agungkan sering ditanam oleh masyarakat dieng.

bahkan sempat terbesit di kepala gw yang erorr ini bahwa novel ini menceritakan kembali kejadian memilukan pada tahun 1979, sebuah kawah mengeluarkan gas beracun yang membunuh lebih dari seratus orang.

tetapi alahkah terkejutnya, setelah saya buka lembar demi lembar novel ini, saya mendapati cerita yang berbeda dari apa yang saya bayangkan. novel ini menceritakan kehidupan masyarakat di desa kailasa dieng yang bangkit dari keterpurukan ekonomi, tanaman yang berulang kali mereka tanam tidak merubah nasib mereka, jauh dari kemakmuran.

hingga suatu hari ada orang yang menanam jenis kentang baru dan mengahasilan keuntungan yang besar akhirnya di ikutilah oleh semua masyarakat kailasa.

tetapi para petani enggan untuk sesekali merubah apa yang mereka tanam selain kentang, hal ini mengakibatkan kondisi tanah rusak apalagi ditambah penggunakan bahan kimia oleh petani.

yahya adalah seorang pemuda yang pulang ke kampung halamanya dengan menyandang gelar sarjana pertanian, Desa kailasa adalah tempat dimana dia tinggal,yahya sadar desa yang tidak jauh dari candi Arjuna ini memiliki banyak potensi, tetapi masyarakat tidak menyadari akan potensi itu, hanya pertanian yang mereka pikirkan.
Tanaman kentang cosima yang mereka tanam menghasilkan kemakmuran, banyak warga kailasa yang bisa membeli peralatan elektronik, mobil, bahkan berangkat haji, haji kentang mereka menyebutnya.

Tetapi kemiskinan membayangi hidup mereka ketika hama wereng menyerang, tingkat kesuburan tanah berkurang. Yahya mencoba memperingatkan mereka untuk mengganti tanaman dan mengurangi presitida,insektisida dan bahan kimia lainnya. Tetapi ucapannya tidak di dengarkan warga. Warga lebih percaya kepada pejual obat pertanian di kota.

Bencana itupun datang,kentang yang mereka tanam tidak kunjung mendapatkan hasil yang baik seperti tahun-tahun sebelumnya.
Yahya memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyadarkan warga kembali, membangun perekonomian desa dengan menggali potensi lain yaitu dengan menghijaukan kembali bukit sikunyit dan memanfaatkan Carica, Perekonomian masyarakat desa kailasa pun pulih kembali.

didalam novel ini juga terdapat bumbu-bumbu romansa yang menarik, jauh dari apa yang saya pikirkan. Jusuf an sebagai penulis sangat apik didalam menuangkan keresahan kedalam alur cerita, runtut sehingga mudah untuk para pembaca dalam mengikuti alur cerita, terlebih lagi untuk pembaca yang sudah pernah berkunjung ke dataran tinggi dieng, melihat kanan kiri banyak sekali pohon kentang, penggunaan pestisida, tanah yang selalu dipaksa digemburkan, pasti akan merasakan jejak tanah surga yang terluka.

sampai jumpa di tulisan selanjutnya.. bai bai.

Iklan

5 thoughts on “Novel Kailasa – Jejak Tanah Surga Yang Terluka

  1. Ping-balik: Buku : Unstoppable | Lutfi Achmad blog

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s