Bukit scoter – dqiano – banjarnegara

Dingin dataran tinggi Dieng tidak mudah ditaklukan, saya sudah memakai double jaket, sarung tangan dan selimut tetangga tebal masih saja merasakan dinginnya  tempat yang dikenal dengan negerinya para dewa.

Syukurlah tidur saya nyenyak sekalee, mungkin karena efek kecapean habis berarung jeram menaklukan sungai serayu (baca : Arung jeram di the pikas) , dan mengunjungi si marteen seorang babby orang utan di taman rekreasi margasatwa di seruling mas.

Jam 04:00 wib saya terbangun, suara besi yang dipukul mas Ganjar (blogger yang menggagas acara) membangunkan saya. Dia mengingatkan kita untuk kembali melakukan perjalanan.

Sesuai jadwal kita akan melanjutkan perjalanan untuk melihat matahari terbit dari sebuah bukit, bukit scoter namanya.tetapi karena hawa dingin yang kami rasakan sehingga membuat kami merasa malas untuk bangun, yang akhirnya membuat perjalanan kita mulur.

Perjalanan dari dqiano menuju bukit scoter sekitar 3 km yang kami tempuh selama 10 menit menggunakan minibus. Sepanjang perjalanan Kami disuguhi dengan jalan yang basah dan berkabut.

Ternyata eh ternyata …. bukit scoter berada di samping tidak jauh dari kawasan candi dieng.

Pada awalnya saya berjalan melewati pemukiman warga,jalan beraspal membuat saya percaya diri kalau naik gunung memakai sepatu wakay its ok… tetapi  pada akhirnya saya menemui jalan tidak beraspal dan sedikit becek.. duh gusti..

Beruntunglah mereka yang menggunakan sendal gunung.
tapi sepatu wakay pun tidak begitu masalah hanya saja tidak direkomendasikan

Masih semangat untuk jalan

Sebetulnya saya sempat pesimis tidak bisa melihat sunrise, tetapi syukurlah bisa menikmati sunrise walaupun sebentar.

Masih bisa melihat sunrise, matahari muncul berlahan keatas bukit

Sebuah bukit dengan panggok bambu berdiri megah diatasnya, dari situ terlihat rumah warga dan terlihat juga candi Arjuna yang sangat elok dilihat dari atas.

Mulailah kita berfoto foto. …

Kita si masuknya gratis #makanyajadiblogger, tapi kalau kamu mau kesini cukup membayar 5000 perak,
cara lain mendapatkan akses gratis adalah berpakaian seperti petani kentang dieng, bawa cangkul dan semprotan. 

wp-1479521243849.jpg

Ditempat yang keren, Tidak afdol kalau tidak planking

setelah itu, kita kembali ke d’qiano hotel. untuk berendam di air hangat…

udah kebayang belum?, kamu berendam, dan bahkan berenang di air  hangat dimana suhu udara tempat ini adalah sangat dingin.
FYI bila bulan agustus bisa menyentuh sampai minus lima derajat celcius tapi air disini tetap hangat. bahkan lebih hangat dari pelukan mantan.. oh.

tidak banyak yang bisa saya ceritakan untuk tempat yang satu ini, tetapi hukumnya fardu ain untuk datang kemari.
ets.. sebelumnya bolehlah membaca blog teman yang mengupas dqiano lebih anget….. hi wi caaamm (pradna)


 

sebetulnya masih banyak tujuan wisata yang ada di banjarnegara, tetapi jatah waktu kita untuk berjalan-jalan sudahlah usai. kita harus berpisah, berpelukan, lempar kecupan..

ah senangnya.. kita dapet oleh-oleh khas dieng, pusat oleh-oleh .UD Tri Sakti. yang beralamat di Jalan Raya Dieng – Banjarnegara (Seberang BRI Dieng), Telp : 081327544437 (baca : Plesir Maring Banjarnegara : Explore Dieng Yuk… )

 

dan akhirnya saya tutup dengan pantun

purwaceng bukan sembarang purwaceng
purwaceng diminum bersama roti
buat apa minum purwaceng
kalau tidak punya belahan hati.

 

 

 

8 thoughts on “Bukit scoter – dqiano – banjarnegara

  1. Ping-balik: Dari D’Qiano Hingga ke Candi Arjuna, Dieng Sungguh Mempesona – Lintang Wuluh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s