Kambingnya saeful jamil

saya dilahirkan dari keluarga pondokan, bapak dan ibu saya merupakan salah satu alumni dari sebuah pondok di daerah kami, ah saya tidak ingin membahas bagaimana mereka memadu kasih.

tetapi pada inti dari tulisan ini adalah saya mendapatkan predikat anak soleh, karena apa.. karena terlahir di keluarga pondok. namun saya sebenarnya merupakan anak yang tingkat kesolehanya kurang dibandingan dengan saudara-saudara saya yang lain.

dari awal saya masuk ke sebuah madrasah ibtidaiyah, kemudian sorenya saya di TPQ, kemudian melanjutkan di tsanawiyah, dan pada akhirnya saya terjembab dalam gemerlapnya kehidupan yang aduhai jauh dari kegiatan religius yaitu ketika memasuki sekolah teknik, tapi dilihat dari kegiatan saya selama sekolah saya aktif di organisasi rohis, pramuka, pmr, bahkan osis. dan ini yang mengakibatkan saya lupa akan arti kehidupan sebenarnya bahwa dunia ini hanya sementara yang seharusnya di isi dengan banyak ibadah.

saya pun masih di cap sebagai anak soleh, karena orang melihat kegiatan sehari-hari saya yang sangat baik, misalnya saya selalu membantu orang tua, saya selalu menyapu halaman, saking solehnya saya saya rutin membersihan qubah masjid istiqlal. terkadang saya juga sibuk memisahkan kaporit didalam air wudu seseorang.

tapi sekarang saya mulai meninggalkan dunia kesolehan saya, saya mulai bergabung dengan orang orang yang tidak baik misalnya, saya berkumpul dengan orang orang di perempatan, saya rutin karaokenan, saya bergabung dengan ISIS, saya berkumpul dengan ibu ibu muslimat yang suka tawuran.

biasanya di tempat saya ibu-ibu muslimat suka tawuran dengan ibu-ibu aisyiah dari muhammadiyah, tawuran gara-gara masalah qunut dan perbedaan hari raya.

dan karena saya mulai berkumpul di perempatan dengan orang-orang yang tidak baik, akhirnya saya mulai terjerumus dalam kehidupanya, saya mulai terjerumus kedalam tingkah laku mereka, dan gaya bicara mereka.

saya mulai mendapati kata-kata yang tidak baik, dan kata-kata itu merupakan kata baik yang ketika diucapkan pada waktu tertentu maka akan menjadi perkataan yang tidak baik, menyakitkan dan bahkan menyenangkan untuk orang yang mengucapkanya.

kata-kata yang tidak baik yang saya dapatkan misalnya anjing, babi, kambing, saeful jamil, kambingnya saeful jamil. bedewe ini bukan saeful jamil yang di inpotaiment ya, saeful jamil disini merupakan sahabat saya dari vietnam.

dan ketika saya mengucapkan kata-kata yang tidak baik tersebut, ada sebagian dari panca indra saya yang mulai kehilangan fungsinya. ini terbukti ketika waktu itu saya sedang makan, dan makananya terlalu asin, otomatis saya mengeluarkan kata kata yang tidak baik misalnya “kambing!!!”, Padahal saya sedang makan daging ayam, bukan daging kambing.

ketika saya sedang bawa sepeda motor, tiba tiba ada yang yang lewat, maka dengan kagetnya dan dari mulut saya langsung keluar kata “KAMBING!!!!”. padahal yang lewat bukan kambing, tapi kenangan.

untuknya kita hidup bukan di jaman orde baru, bayangkan saya kalau kita hidup dijaman orde baru ketika ngomong dibatasi, kalau ngomong yang dilarang pemerintah, maka kita bisa di penjara, di tembak dan yang paling berat adalah di unfollow instagram kita.

misalnya kata “KAMBING!!” dilarang digunakan, bayangin aja nih ada seseorang ustadz yang sangat soleh, lagi ngopi siang siang di depan rumahnya di bulan ramadhan. tiba tiba kopi yang di minum airnya terlalu panas, dan diapun berucap “KAMBING!! PANAS!!”

kamudian tetangganya mendengar kata tersebut dan melapor ke BIK (badan intelegen kambing)..
“halo dengan badan intelegen kambing!!”
“iya mbing…ada apa”
“ini pak.. ustadz fanili barusan ngomong kambing”
“APAH!!!!… INI TAK BISA DI BIARKAN”

kemudian  satu batalyon BIK menyerbu rumahnya ustadz fanili yang lagi ngopi di siang bulan ramadan, kemudian dia ditangkap, di jebloskan ke penjara.

intinya dari kisah ustadz fanili ini adalah bahwasnya gunakanlah kata kata yang baik dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak masuk menjadi nara pidana. terima kasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s