Obrolan

#pesutaigihan

pesutaigihan, inget ya ada tainya disitu, kecium baunya nggak, coba deh deketin idung loe ke monitor.
kenapa gue kasih judul itu karena gue masih nggak ngerti sama konsep mencari pesugihan dengan cara mendatangi dukun, kenapa ada tainya karena perbuatan tersebut sangatlah hina. (menurut gue, dan menurut pendapat debu disebelah gue).

jadi ceritanya si gue duduk melepas lelah selesai menyelesaikan sholat isya dengan sekumpulan bapak-bapak dengan rokoknya yang sangat mengepul, bagi gue kumpul dengan orang merokok adalah hal yang NGGAK banget, tapi gue betah sampai jam 11 karena topik pada malam hari itu adalah sangat menarik, Sekali lagi ini sangat menarik, sekali lagi ini … cukup. karena topiknya adalah orang – orang kaya yang memperolah harga (baca : pesugihan) dengan jalan yang mistis, tidak masuk akal.

pada awalnya topik yang dibicarakan bukanlah cara-cara mendapatkan pesugihan, tetapi karena adanya gosip seorang juragan meubeler akan menikah lagi dengan perempuan yang sudah men-janda 2 kali, dan suami terkhir adalah seorang PNS. nah dimulai dari dia masih mendapatkan tunjangan pensiun dari al-marhum suaminya dan anak kandungnya yang tidak begitu ke-urus.

dan gue menebalkan “menikah lagi” karena memang si juragan meubeler ini udah punya istri PNS pula, yang bekerja sebagai pegawai kesehatan.
si istri mengijinkan suamianya untuk menikah lagi dengan syarat si suami tidak lagi meng-endel (baca : selingkuh, main serong).

nah dari sinilah topik pesutaigihan mulai dibahas ketika ada seorang bapak yang menyeletuk “lah kan dari ngendel itu dia bisa kaya”.

#endel
karena penasaran gue tanya “berarti semakin sering tidaknya ngendel, entah selingkuh, melacur, atau apalah, berbanding lurus dengan jumlah harta yang diperoleh”, jadi ketika misalnya gue tiap hari main wanita otomatis gue semakin kaya.

dan mereka mengangguk mengiyakan, dan menjelaskan dengan sangat detail, jadi ketika gue main satu wanita kemudian rejeki gue akan bertambah, dan dalam 30 hari kedepan rejeki si wanita akan berkurang atau bisa dibilang seret.
jadi semacam mengambil rejeki orang dengan jalan menyetubuhi orang tersebut.
jadi pengin .,… #eh, enak si mungkin tapi gue masih takut, takut ketahuan siksaan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s