Video
0

Naik Bis lagi

beberapa hari ini gue mencoba untuk berpergian menggunakan transportasi umum, definisi transportasi umum menurut, dr.lutfi achmad M.Ss. Cp (Mss = Mitstubishi SS, CP= Carry PickUp)
“adalah suatu benda yang dapat membawa apapun dari suatu tempat ke tempat yang lain, yang bisa digunakan oleh khalayak umum”

tetapi defisini diatas banyak tidak dibenarkan oleh kebanyakan ormas karena kesokhihanya(baca :keaslianya). karena definisi diatas sangat lemah dan tidak bisa diimplementasikan di dunia nyata, dalam hal ini melihat kata “Membawa apapun”, ini tidak bisa dilakukan untuk membawa perasaan dari satu hati ke hati yang lain, jadi hal itu HANYA bisa diterapkan apabila ada sebuah mode transportasi moveon, dimana yang masuk kedalamnya adalah orang yang sulit moveon, jomblo akut dan playboy cap angkot.

ok.. back to door, go back so door.#apasih
kenapa gue memilih menggunakan transportasi umum karena gue mentaatin program pemerintah untuk mengurasi kemacetan. sakit, entah kenapa ketahanan tubuh gue melemah, cuman perasaan aku ke kamu yang semakin kuat #tae

karena itu gue sekarang sering naik bus, walaupun sempet lupa prosedur standar operasi(POS) dalam menaiki bis.
apakah naiknya pakai kaki kiri apa tangan kanan, pake baju apa yang cocok, atau harus nyium tangan kernetnya apa anggak,pokoknya gue bingung, sebingung aku ngertiin kamu.

gue lebih suka naik bis dipagi hari dari pada di siang hari, karena pagi lebih sehat.
lahiya.. jadi kalo pagi itu tidak ada orang yang merokok, rata-rata masih Wangi-Wangi, ya tergantung si kalau kamu naiknya terlalu pagi maka yang ada kamu bakalan ketemu sama tukang daging dan sayur yang mau ke pasar pagi.

terkadang kalau nggak ada kesibukan didalam bis ya seperti ngelap2 kaca, bacain doa untuk supir, ikut teriak2 mencari penumpang #halah.gue terkadang nyopet menebak parfum-parfum yang mereka pakai. secara dulu gue pernah menjadi tukang parfum bermain tebak gambar. jadi gue jago nebak. yang paling sebel adalah ketika ada parfum yang baunya mirip parfum mantan,😥 #gagalmoveon, jadi yang tadinya bahagia  penuh bunga-bunga, tiba tiba penuh isak tangis
tapi menurut gue itu masih mending dibandingkan naik bis ketika siang hari, orang mulai ada yang merokok, bau ketek, jadi terkadang gue bisa nebak mereka profesinya apa dari baunya, hebat kan, ya kebanyakan si salah tebak.

naik bis juga melatih beberapa sifat baik, yang pertama adalah sabar, iya sabar ketika bist harus ngetem(baca:berhenti nyari penumpang), sabar dan baca dzikir ketika supir bis ugal-ugalan. jadi gue saranin si kalau kamu mau jadi supir bis mending tenangkan pikiran, jangan bawa masa lalu , jatuhnya kamu akan emosi, banyak baca shalawat, atau memajang foto nyokap di kaca depan, atau fotonya madog aja boleh deh biar greget.

dulu gue memilih untuk meninggalkan naik bis karena, tidak aman. gue pernah beberapa kali kecopetan. dan gue merasa “ah..ini udah nggak aman”. dan gue merasa harus beli sepeda motor.
gue pernah naik bis ke kampus, dan tiba -tiba ada seorang ibu-ibu yang menangis. karena ponselnya dicopet oleh seseorang di depanya, langsung gue bilang ke orangnya, “mas kembaliin ponsel ibunya”, eh.. dianya mencoba ngelawan, dan dia bersama dua orang. gue sempet di pelototin agak lama, gue juga sempet merogoh saku si pencopet dan hampir aja gue kena tampar, tapi bis berhenti dan sang pencopet akhirnya turun.

gue nyesel banget, kenapa gue nggak sejantan di film-film action. menendang, memiting, mencium leher #halah. dan kenapa didalam bis yang penuh itu hanya gue yang berani menegur. ada seseorang pria penjaga loket tiket suatu PO yang gue hampir tiap hari ketemu, dan dia malah diam tidak peduli. sampai sekarang gue masih benci terhatap orang itu, gue sempet nanya “kenapa masnya tidak membantu saya?” dia bilang “orang itu sering diterminal jadi akan menganggu pekerjaan saya”. gue duduk lemas di kursi, memikirkan apa yang barusan terjadi.

dan pagi ini ada posting baru, sebuah cerita inspiratif dari relawan turun tangan, kisahnya sama tentang di bis, dan gue yakin kalau ini diterapkan ibu tersebut tidak kehilangan ponselnya😀.

“orang baik tumbang bukan karena banyaknya orang jahat, tapi karena banyaknya orang-orang baik yang diam dan mendiamkan” – Anies Baswedan

selamat pagi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s