Pagi, 18 September 2013

Saya menulis ini di sela sela saya mengikuti bimbingan teknis sebuah bidang (dirahasiakan) disebuah instansi pemerintah.

seperti biasa ketika disebuah acara diklat biasanya di hotel dan hotelnya berbintang, yah minimal bintang tiga, makananya enak.
tapi kali ini saya diklat dsebuah aula dinas pemerintahan selama tiga hari yah.

tidak dihotel tapi makananya enak, tapi dibalik itu semua ada sebuah hal yang membuat saya resah ketika saya sedang menyantap hidangan, baik hidangan makan siang atau coffe break.
saya mendapatkan hidangan dari uang rakyat, yah uang rakyat(baca:pajak).
saya terasa berat untuk menguyah makanan karena teringat itu adalah uang rakyat, rakyat kecil yang mbayar pajak atau retribusi untuk daerah tapi kita belanjakan untuk membeli makanan enak.
rela nggak kalo tahu uang yang mereka kasih untuk membeli makanan enak tapi mereka tidak menikmatinya.

itu baru makanan yang kita(baca :golongan kita rakyat menengah kebawah) makan, mungkin makanan mereka yang duduk dikursi atas kepemimpinan lebih mewah.

pajak adalah cara tepat untuk mendistribusikan kemakmuran, mungkin pendistribusianya yang kurang bagus :D.

ah sudahlah, saya tidak pandai untuk menulis, yah anggap saja ini sebuah tulisan sampah. selamat pagi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s