Belajar dari 12 September

menurut saya standup comedy adalah cara terbaik untuk melempar sebuah keresahan menjadi sebuah lelucon, agustus sampai dengan september ini saya sering openmic, ada juga beberapa acara standup show.
sebenarnya openmic dan standup show akhir-akhir ini adalah untuk menguji seberapa mateng materi-materi (baca:bit) yang saya punya.
di ulang terus, saking niatnya, saya menguji materi sampai keluar kota,dengan alasan belum tentu materi yang kita bawaain di kota sendiri dapet diterima di kota lain.

31 Agustus saya openmic di surya yudha cafe,walaupun tidak banyak yang nonton waktu itu tapi 13 orang tertawa lepas di depan saya adalah pertanda bahwa materi saya dapat diterima, saya menghabiskan openmic  sekitar 20 menit, indikator saya berhasil atau kill adalah ketika temen-temen dari komunitas mereview menampilan saya atau mengatakan suka dengan materi yang ini, ini dan ini.  malah ada beberapa yang meminta  kalo saya tampil lagi tolong bawaain salah satu bit yang dia suka. macam request lagu  #plak

setelah itu saya mencoba openmic di titan cafe yang tepatnya di luar kota, dengan membawakan materi baru dan di selipin materi lama dan alhamdulilah berhasil menuai tawa. miskipun banyak gangguan karena cafenya semi indoor, jadi kalo ada suara mobil atau motor saya sedikit tergangu.

nah 13 september saya di undang oleh teman saya untuk tampil di acara inagurasi di sebuah kampus, dan kebetulan itu kampus tempat saya kuliah. saya tidak ragu lagi dengan materi yang akan saya bawakan nanti, mungkin nanti akan memberikan rasa haru karena saya  berhasil menuai tawa hebat dari penonton yang kurang lebih 900 menonton.

oke malam yang dinantikan tiba, teman saya berjanji saya akan naik di jam setengah sepuluh atau jam 10, oke tidak masalah karena saya tampil ketika dosen sudah tidak ada disitu dan saya bebas untuk mengatakan bit saya sesuka hati tanpa batas.

jam setengah sepuluh saya belum dipersilahkan untuk naik ke panggung, ok saya maklum dengan mulurnya acara waktu itu, sudah jam 10 tapi saya belum dipersilahkan, saya tanya ke panitia katanya jam 11, oh………….. itu adalah suatu yang menurut saya mengerikan ,
ada beberapa alasana saya mengatakan ini mengerikan :

1. jam 11 itu di jadwal, sedangkan mungkin untuk kepastiannya adalah 11:30
2. saya yakin bisa membawa materi saya dengan baik,hanya saja ketika waktu waktu menunjukan jam 11:30 itu pasti banyak masalah dalam penerimaan penonton mengingat kondisi penonton yang sudah cape, karena seharian mengikuti kegiatan opspek,  “ini kapan selesainya!!!, udah pengin pulang!!, cape”.

giliran saya untuk tampil dan mc mempersilahkan untuk menuju panggung, tapi sebelum itu dia melontarkan kalimat”tolong pemain  band untuk menyetel musik” yah sembari saya standup. itu kampret banget!!!!

saya dipanggil 2 kali, mc agak sedikit bingung,
saya sebenarnya juga bingung dan dengan sedikit kesal saya bisikin ke mc “mas kalo lagi ada yang lagi nyetel musik mendingan saya nggak jadi”, “enggak mas mereka cuman nyiapin kok”,
ok hal itu bisa diterima tapi yang tidak bisa diterima ketika mcnya bilang adalah “mas waktunya 5 menit, mengingat waktu yang sudah terlalu malam”.

oke… janjinya saya dikasi waktu 20 menit atau 15 dan saya nyiapin materi itu ya kurang dari 15 menit, bagaimana saya bisa merampingkan materi di waktu yang singkat itu, sedangkan saya sudah nyiapin jalan cerita yang nyambung.
“mas kalo 5 menit mending nggak usah, aku gak bisa nyiapin materi”, dengan muka bingung mas mcpun ngalah “ya udah….”.

saya sudah mendadak stress di panggung waktu itu. saking stressnya bit pertama gak kena, bit kedua gak kena.saya berfikir keras di atas panggung dengan diselingi orang mondar mandir nyiapin alat musik. bit selanjutnya saya menggunakan bit andalan dan ternyata berhasil itu sedikit meringankan beban pikiran saya.
bit selanjutnya alhamdulilah lancar sampai akhir, tuhan masih menolong saya :D.

yang kampret adalah ketika temen saya maju dan menganggu dengan ocehan yang dilontarkan berkali-kali “lutfi sombong, lutfi sombong”, “ah lawas.. udah pernah denger”.
ditambah lagi diluar kampus ada perta kambang api 😦
dan ada juga cwe yang tiba tiba ngasih paha ayam. dan saya tidak memperdulikanya.
saya gak peduli lagi sama orang dikeliling saya,
yang saya inginkan waktu itu  adalah  “saya ingin menyelesaikan ini dengan cepat, apapun gangguanya “. sekali lagi tuhan masih menolong saya.

yang bisa saya pelajari dari acara tersebut adalah
1. Jangan mau tampil larut malam jika telah seharian penuh mereka malukan aktifitas yang berat
2. Jangan mau tampil ketika ada orang yang lagi nyetel musik dibelakang kamu
3. Pastikan waktu acaranya kapan, setelah acara apa, penontonya siapa??
4. dan dikasih waktu berapa, jangan stress kalo waktunya dipersempit sama mcnya, sesuai dengan perjanjian awal ajah 😀

saya tutup dengan syukur alhamdililah dan sedikit kekecewaan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s