aku sayang kamu | 18 november

nda” itulah sapaan sayangku, sapaan yang sering aku lakukan saat aku sms kamu, dan sapaan ketika aku bertemu denganmu, nda  mungkin percuma saja aku menulis di blog yang penuh sampah ini,  karena setelah aku tulis semuanya, kamu tetap bersikukuh pada pendirianmu untuk tidak menerima aku sebagai kekasihmu.
nda  aku yakin dengan yang aku rasakan, aku melihatmu dimalam itu dan aku merasa ada sesuatu yang menyinari hatiku dan hatiku berkata engkaulah cahaya yang selaman ini aku cari, cahaya yang akan menyinari hatiku yang begitu gelap karena sesuatu yang sangat buruk telah menimpaku sebelum malam itu.

nda.…. aku telah berubah menjadi pribadi yang baik setelah aku melihatmu, kenapa aku berkata begitu?… karena begitu aku mengenalmu aku juga lebih dekat dengan rabbku… seperti ada ikatakan batin antara aku, kamu, dan rabb kita. aku sedikit kaget ketika kamu menolaku waktu itu, aku bertanya-tanya.. apa yang kurang dari diriku, dan aku menemukan jawabanya.

nda…. inilah jawabanya, nda  aku sadar siapa diriku, aku hanya pria penuh kekurangan, aku terlahir dikeluarga sederhana, aku bukanlah pria yang selalu ranking dikelas, aku bukanlah pria yang pintar, aku hanyalah pria cupu yang hidup apadanya, aku bukanlah cwo yang gaul dengan club motornya,
aku sadar penampilanku tidak menarik, pekerjaanku tidaklah bisa dibilang keren, aku yakin kamu bakalan malu bila berjalan berdua denganku, berjalan dengan seorang yang sangat cupu, dan itu memalukan.

aku tahu wajahku tidaklah tampan, tubuhkut idak terlalu tinggi, rambutku acak2kan, hidungku pesek dan engkau tahu gigiku…… sungguh aku dilahirkan tidak sempurna, aku yakin karena inilah engkau tidak menerimaku.

nda….  aku juga tidak menginginkan dilahirkan dengan kondisi seperti itu, kalau boleh milih aku ingin seperti bonda prakoso idolamu itu,

tapi nda… aku ingin menjagamu sepenuh hati, walaupun aku selalu meyakinkan diriku bahwa aku pria yang tidak bisa BELA DIRI,

nda… begitu sejuknya bila engkau mengatakan di dekat telingaku “aku sayang kamu??”, tapi itu hayalanku.

banyak yang harus aku katakan, tapi lidahku hanya bisa berucap “aku sayang kamu”

One thought on “aku sayang kamu | 18 november

  1. Wah melas temen siya…. tapi jangan patah semangat… ingat kata pepatah gan… Sekeras batu jika terus menerus terkena air, maka lama-kelamaan akan berlubang juga… heheheee
    tapi masalahnya “NDA”-mu itukan bukan batu.. jadi yo perlu cara lain kali ya…. hahhahahaa….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s