Go to Opensource

 KIni saatnya beralih ke Opensource, apa ga` malu neeh pake windows bajakan. ntar kalo ada sweeping baru tahu rasa KAmu………. aku sebenarnya benci sama yang namanya Microsoft, masa harga software  untuk Windowsnya mahal mahal banngetzzzz
JANGAN GILA DONK !!!!
setelah malakukan ritual Upacara BAkar batu selama 1 minggu  akhirnya ada juga orang yang melihat keadaan aku yang sedang mengalami kebingungan. dia  menawarkan barang Opensource yang free alias gratis, akhirnya sekarang aku beralih dexh ke barang Opensouce tersebut……….
Hmmmm agak sulit siw pertama aku pakai yang namanya RED-HAt linux 9 wahh beda sama yang namanya windows, dari hasil kualitas gambar Linuxx pokoke Menang Mutlak dari pada windows padahal neeh ga pake Drifer-diveran, paket2 yang tersedia dalam cd itu lengkap
Setelah Sekian lama aku pake linux redhat aku mengalami kejenuhan……..<========karena aku masih bingung jadi terasa bagaimana Getto.
terus ada tuhh yang menawarkan Ubuntu.
wahhh ubuntu Ini neeh bagus Untuk pemula wahh………… pokoke bagus lahh……..
Struktur direktori Linux atau sistem yang mirip seperti Unix sangat menyulitkan untuk pemakai baru, terutama bila ia baru saja bermigrasi dari Windows. Pada Windows, semua program meng-install data mereka pada direktori “Program Files.” 😛 Hal seperti ini tidak terjadi di Linux. Sistem direktori mengkategorikan semua data file yang di-install. Berikut adalah keseluruhan struktur beserta apa yang dimuatnya:/ – Root direktori yang membentuk basis sistem file. Semua file dan direktori secara logis ada didalam root direktori tidak perduli dengan lokasi fisik mereka.

/bin – Memuat program yang dapat dieksekusi yang merupakan bagian dari sistem operasi Linux. Banyak perintah Linux seperti cat, cp, ls, more, dan tar terletak pada /bin.

/boot – Memuat Linux Kernel dan file lain yang dibutuhkan LILO dan GRUB boot manajer. 😀

/dev – Memuat semua file perangkat keras. Linux memperlakukan semua perangkat keras komputer seperti sebuah file yang spesial. Semua file seperti ini terletak di /dev.

/etc – Memuat semua sistem konfigurasi file dan skrip instalasi pada /etc/rc.d sub direktori.

/home – Direktori Home menyimpan semua direktori home user.

/lib – Memuat file library, termasuk modul driver yang dapat diisi pada sistem boot.

/lost+found – Direktori untuk file yang hilang. Semua partisi disk memiliki direktori lost+found.

/media – Direktori untuk mounting removable media seperi drive CD-ROM, floopy disk dan zip drive.

/mnt – Direktori untuk mounting filesistem sementara.

/opt – Data – data instal/copy untuk aplikasi opsional .

/proc – Direktori istimewa untuk sistem file virtual. Ia mencakup informasi mengenai berbagai aspek sistem Linux.

/root – Direktori Home untuk root user.

/sbin – Memuat file administrasi yang dapat dieksekusi seperti mount, shutdown, umount.

/srv – Memuat data untuk layanan (HTTP, FTP, etc.) yang ditawarkan sistem.

/sys – Direktori spesial yang memuat informasi mengenai perangkat keras seperti yang terlihat oleh Linux.

/tmp – Direktori yang digunakan untuk menyimpan data sementara. Isi dari direktori ini dibersihkan setiap sistem boot.

/usr – Memuat sub direktori untuk banyak program seperti sistem X Windows.

/usr/bin – Memuat file yang dapat dieksekusi untuk banyak perintah Linux yang bukan merupakan bagian dari OS Linux.

/usr/include – Memuat file – file header dari bahasa pemrograman C dan C++.

/usr/lib – Memuat file – file library untuk bahasa pemrograman C dan C++.

/usr/local – Memuat data lokal. Ia memuat direktori yang sama seperti /usr.

/usr/sbin – Memuat perintah – perintah administratif.

/usr/share – Memuat data yang dipakai oleh banyak user sekaligus, seperti file konfigurasi default, gambar dan dokumentasi.

/usr/src – Memuat source codeuntuk Linux kernel.

/var – Memuat bermacam sistem file seperti log, direktori mail, print dan lain – lain. Yang sering kali terus berubah isinya.

/var/cache – Area penyimpanan untuk cache data berbagai aplikasi.

/var/lib – Memuat informasi tentang status aplikasi – aplikasi yang ada. Aplikasi memodifikasi direktori ini saat mereka bekerja.

/var/lock – Memuat file yang dikunci agar hanya dapat dipakai oleh satu aplikasi saja.

/var/log – Memuat log dari aplikasi yang berbeda.

/var/mail – Memuat email pemilik.

/var/opt – Memuat data variabel untuk paket yang disimpan di direktori /opt.

/var/run – Memuat data yang menjelaskan sistem sejak pertama kali dijalankan.

/var/spool – Memuat data yang menunggu untuk diproses.

/var/tmp – Memuat file sementara, isi direktori ini tidak dihapus saat sistem dimatikan.

Saya rasa cukup huehehe 😀 besok ada lagi tentang  Linux  hueheh
Iklan

3 thoughts on “Go to Opensource

  1. Dear Friend …

    Melihat panjenengan senang menggunakan linux…. saya jadi tertarik …
    Saya juga orang banjarnegara yang sudah menggunakan linux (Ubuntu).
    Gimana kalo kita buat aja komunitas open source banjarnegara … karena saya juga punya teman yang tertarik dengan linux … bahkan sama-sama sudah menggunakan linux…

    So … contact me, yach …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s