Metamorphic of Scaramouche : hidup di keluarga didikan pesantren

buat kamu yang muslim pernah nggak ikut acara tahlilan atau pengajian?? itu loh yang  setelah selesai acara  tumpah ruah segala jenis cabe-cabean makanan??.

kalo kamu liat begitu banyak makanan disajikan maka kamu harus nyesel… nyesel karena lupa mengosongkan perut terlebih dahulu, atau lupa ngajuin judul skripsi #hadeh.

pengajian bagi remaja gaol dan fangkih seperti gueh itu adalah hal yang sangat membosankan (remaja calon kena azab), iya itu diawalnya,
sering liat nggak ada orang yang tadinya ngantuk, dengat dengut, muka nempel di karpet, karpet basah karena iler..tapi kalo sudah mendengar bunyi “ting ting ting ting” pasti muka terangkat, mata sumringah, mulut kembali komat kamit, iya.. itu gueh banget.

walaupun mulut komat kamit sembari membuka halaman buku tahlil pikiran tetep saja memikirkan  ada apa dibalik bunyi ting ting. kalo minum jelas teh manis anget tetapi makanan adalah hal yang sulit ditebak. dari sini kita mulai membelokan niat yang tadinya karena alloh menjadi nawaitu tahlilan biar dapat makanan.

aku lahir di sebuah desa dimana pengajian merupakan suatu hal rutin, apalagi keluargaku terkenal keluarga jebolan pondok pesantren, bapak dan ibu aku dari pesantren, ketemu di pesantren, pacaran di pesantren, nikahnya di luar hamil #apaseh.

banyak keuntunganya hidup dari keturuan keluarga pesantren diantaranya “jeng jeng jeng jeng (musik pembuka)”

pertama : terkenal aktif, selalu di undang ke acara pengajian  atau tahlilan dan dianggap orang penting di pengajian tersebut. setiap habis isya aku menanti bapak pulang tahlilan, itu seminggu bisa 2 sampai 4 kali tergantung dari berapa banyak orang yang meninggal. jadi kadar protein didalam tubuh aku berbanding lurus dengan seberapa banyak orang meninggal di minggu tersebut.
jadi kalo ada orang meninggal itu merupakan suatu anugrah terindah yang pernah kumiliki… teringat tawamu mendengar senandungku..jreng jreng jreng.

kedua : terkenal, ya  itu pasti karena bapak dan ibu aku ikut andil dalam acara keagamaan pasti terkenal, baik terkenal menjadi bagian penting dalam acara juga terkenal karena sering membawa pulang lauk sisa acara.

ketiga : Menjadi contoh/teladan, yoi… “contoh lutfi..apik, pinter, rajing ngaji”.

keempat : disukai cwe-cwe remaja masjid , mungkin yang ini terlalu maksa.

tapi disamping keuntungan ada juga hal hal menyebalkan my bro……. lain waktu lah.