FIRZA : Pinus (Unedited)

Seminggu menghilangnya vita, aku merasa hidup ini tak lagi menarik, lagu yang berlirik cintapun aku muak mendengarkan,  akhir-akhir ini tak ada yang aku pedulikan memang, bermain dengan hujan diatas sepeda motor merupakan hal yang aku suka. aku cukup senang ketika angin dan hujan bertemu, mereka seperti sepakat untuk menghiburku walaupun setelahnya aku harus berbaring lemas diatas kasur, ya….aku terserang demam.

seorang wanita datang menghampiriku yang tengah terkujur lemas, dia membawa air hangat dan handuk, dengan lembut dia mengganti handuk diatas keningku yang sudah mengering.

“ini semua tentang vita kan??” celetuk ibuku tiba tiba.
“kamu mengigau hampir tiap malam??” tambahnya
aku hanya bisa mengangguk, mulutku enggan mengeluarkan suara, terlalu kering tenggorokan ini.
“doakan dia yang terbaik… dan kamu cari kesibukan… mama capek ngrawat kamu”. aku sedikit kaget, walaupun itu mengartikan tak usahlah mikiran cinta cintaan. memalukan memang, seorang cwo harus sakit gara-gara cinta-cintan.

sinar matahari pagi masuk melalui celah ventilasi mengenai tubuhku, aku telah membaik dan hari itu aku memutuskan untuk  mengisi waktu dengan mendaki bukit, di  depan rumahku menjulang bukit yang tampak hijau oleh pohon pinus.   aku berjalan 15 menit untuk sampai kesana. aku berjalan diatas jalan setepak yang tananhnya sedikit lembab karena hujan semalam, aku seperti menemukan ketenangan ketika berjalan di antara pohon pinus yang tegak menjulang tinggi keatas, sesekali aku memejamkan mata hanya untuk sekedar menghirup dalam-dalam bau khas getah pohon pinus.

“sendirian saja zi…?,” sapa pseorang pria berkumis tipis dengan perawakan yang tidak terlalu tinggi, tak lebih tinggi dariku.aku sangat mengenalinya, pak de karwo namanya.

“wah pak de!!, bikin kaget saja.” jawabku sembari mendekati dirinya yang tengah asik dengan batok kelapa yang penuh        akan getah pinus.
“panen… pak dhe”? lanjutku

“mengalilah pembicaraan saja kau zi… biasanya kalo kesini sama cwe cantik yang sering ngasih pak de susu asam itu,”, tandas pak de dharmo mencoba menanyakan vita.

“oh… dia lagi sibuk pak de..” jawabku sambil memperhatikan dia yang sangat sibuk dengan getahnya,

“bohong kamu!!… berantem yah!!,  anak muda sekarang cintanya tak sekokoh pohon ini, kuat, tegak, tak bercabang,” lanjut pak de dharmo dengan filosofinya yang seringkali tak nyambung dan mungkin kali ini benar.

“dia selingkuh….??”,
kali ini dia berdiri, tangan kananya melencang ke pohon pinus di dekatnya.

“ah.. enggak pakde, dia hanya sibuk saja”,
sanggahku sembari kaki kiriku menyapu tanah yang tebal oleh daun pinus meranggas.

“pak de ingat zi.. dia pernah bilang bahwa peneliti jepang bernah berkata bahwa berjalan-jalan di pohon pinus bisa menghilangkan setres, tapi lihatlah pak de, disini tiap hari tapi setressnya nggak ilang  ”
kata pak de karwo dilanjutkan ketawa yang menggema.

aku ikut tertawa, bukan karena kata-katanya tetapi karena ketawa pak de karwo yang lucu.
“ah… sudahlah pak de, jangan ngelawak mulu. aku belum sampai ke puncak malah jadi sakit perut duluan karena kebanyakan ketawa”. kataku sambil tersenyum.

aku kembali mendaki bukit yang terjal, pak de karwo pun telah kembali disibukan dengan getah-getahnya. aku memang sering mendaki bersama vita, dia sangat senang bila aku ajak kesini. dia sangat terobsesi dengan koleksi film korea dan jepangnya. yang selalu mengaitkan cinta dan pohon pinus.

pak de karwo memang tak akan lupa terhadap sosok vita, begitu pula sebaliknya. mereka berdua sering duduk berdua di tengah hutan sembari menghabiskan serenteng minuman fermentasi, bagi pak de jarwo sangat sulit mengingat nama minuman itu, yang terpenting bagi dirinya adalah rasanya.

aku malas untuk ikut mereka bercengkrama, sekali ikut pak de karwo nyerocos membicarakan tingkah bodohku. aku lebih memilih berbaring di atas bukit menikmat kasur rumput yang tebal, sering kali ketika aku tengah terlelap tiba-tiba terbangun karena ketawa mereka berdua yang menggema, entah apa yang mereka bicarakan. aku sama sekali tak tertarik, paling-paling mereka tengah membicarakan filosofi pohon pinus, kemudian mengaitkannya dengan kehidupan manusia.

**

terakhir datang ke bukit ini vita lebih banyak diam sepanjang perjalanan, ketika bersua dengan pak de karwo pun aku tak mendengar suara tertawanya yang menggema. hal ini membuat diriku terlelap dibalut sepoi angin di atas bukit.
aku masih terlelap diatas rumput yang tebal, terbangun oleh tetes air yang kukira adalah hujan aku membuka mata dan melihat sebuah kalung bertulisan f, dan bibirnya masih menempel di keningku.
“hei… kamu kenapa?”, tanya diriku sambil memegang kedua pipinya dan mengangkat kepalanya. terlihat matanya memerah.
“aku harus mengakui kalo aku selalu bahagia bersamamu disini yang…”, jawab vita.
aku membetulkan posisiku, sekarang aku tengah duduk menetap wajahnya. dia duduk di sampingku menggapit tanganku, kepalanya bersender di bahu kiriku.
“iya aku tahu… terus kenapa “. sahutku, mataku kembali melihat indahnya ngarai.
“kamu lihat pohon pinus itu…??. “tanya vita.
“ah.. itu lagi, pohon pinus lagi, apa perlu aku pangil pak de karwo lagi… supaya mendengar celotek omong kosongmu tentang filosofi pinus??” sahutu meledek.sambil melihat dia yang tengah memejamkan mata sembari tersenyum tersipu.

FIRZA : Titik Awal

Pagi itu aku melihat dirinya di ramainya koridor sekolah. Angin pagi menghempas lembut poninya yang lucu dan terus bergoyang seiring langkah kakinya, sesekali membetulkan frame coklat dengan kilatan lensa diatas hidungnya, rok panjang seragam  menutupi kakinya yang panjang, berkali-kali dia melemparkan senyum kepada setiap orang yang dia jumpai.

aku duduk di atas dinding pembatas taman yang diatasnya tumbuh bougenvile dengan seludang bunganya selalu cantik.  beberapa detik lalu dia lewat persis di hadapanku, aku bangun dari duduk menguntit dari belakang seketika diriku mencium bau wangi parfum tubuhnya yang segar khas seorang wanita.

aku belum bisa tersenyum melihatnya, aku berhenti dan duduk sejenak, kembali teringat bahwa diriku memiliki misi agar dia bisa menjawab “iya” dari kata “maukah kau menjadi pacarku” tanpa dia tahu bahwa sebenarnya aku tak begitu mencintainya.

firza adalah salah satu harapan, harapan agar aku bisa bahagia bersama seseorang yang aku sayangi, orang tersebut bernama vita, kita berpisah tahun 2 tahun lalu tanpa alasan yang jelas. dia bilang sangat membenciku sambil menangis dan pergi. aku tak percaya mendengarnya, sesuatu yang ganjil memang ketika kata kebencian disertai tangis.

terakhir aku tahu dia telah pindah keluar kota..orang tuanya tak memberitahu kemana perginya. “nak lutfi… tak usah mencarinya lagi, ini demi kebaikan vita”. kata ibunya waktu itu sambil mengelus pundaku. aku berusaha untuk bisa membendung peluh.

lama aku terdiam bersama bu maryam, seorang ibu yang sangat baik dari dialah sifat sayang vita diturunkan. aku menghempuskan nafas panjang mencoba untuk mengikhlaskan semua. aku berdiri dari tempat duduk di ikuti pelan oleh bu maryam. ketika aku bersalaman mencium tanganya hendak pamit, tak seperti biasanya dia menggengam erat tanganku, tangan kirinya mengelus rambutku seraya berkata “hati-hati ya nak…, sering-sering main”. matanya terlihat berkaca-kaca, seperti ingin menangis tapi tertahan.

aku melangkah melewati pintu, lalu duduk di teras memakai sepatu converse coklat sembari melihat tetes sisa sir hujan yang jatuh kedalam kolam di taman depan rumahnya. aku berdiri membalikan badan menghadap pintu rumah yang bercat merah tersebut. terlihat disana bu maryam masih memeluk sisi kiri dari daun pintu. aku membungkukan badan seraya mengucap salam, bu maryapun membalas dengan suara parau, bedak pipinya terlihat pudar, matanya memerah, aku tahu dia tengan menangis ketika melihatku memakai sepatu.

air masih tergenang, sepatuku basah ketika menapak di lantai plester, aku enggan memilih jalan yang kering bahkan malas untuk mengusap bulir air di jok sepeda, aku tak peduli kaki dan pantatku dingin, aku hanya ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. aku duduk terdiam sebentar di atas sepeda motor, sepeda motor yang terparkir rapi di sebelah motor tua milik ayah vita, bu maryam memberi tahu bahwa suaminya belum pulang dari tokonya ketika aku menanyakan keberadaanya, tapi diriku tak bisa saja percaya akan hal itu, aku tahu benar bahwa pak broto tak bisa jauh-jauh dari motor kesayanganya.  dimanakah vita….??, kemanakah dia…?? , selalu itu pertanyaan yang tak kunjung kutemukan jawabanya.

sore itu jalanan aspal masih beruap dan mengeluarkan bau yang khas karena hujan. sepeda motorku melangkah berlahan,sudah satu kilometer meninggalkan rumah bu maryam, aku terhanyut dalam lamunan bersama senja yang memerah.

Alisa Desi : Tahi lalat dalam Wallpaper

beberapa minggu ini aku bertarung dengan kemalasan, tumbang seketika lemas diatas kasur tipis dikamar kos. aku terjerembab kedalam kedalam suasana yang tidak layak untuk dinikmati oleh manusia, terlentang dengan laptop diatas paha dengan kaki menyilang  berkutat pada film film dengan ratting diatas 6.5.

hidupku sangat kacau sampai pada akhirnya aku mencoba mencari seseorang yang tepat untuk membangkitkan sebuah semangat untuk mencapai tujuan hidup.

mataku sekarang memandang langit-langit, lama dengan tatapan kosong……………

aku memperbaiki posisi kaki dengan menempel dan mengangkatnya pada dinding belakang lemari yang selama ini menjadi sekat tempat tidur, posisiku seperti huruf L yang tidak sempurna. hangat terasa paha karena laptop masih berdiam membisu diatasnya.

sesekali aku bergumam “oh… hidup”.

ingin sekali aku bertanya kepada motivator sekelas mario teguh “pak…apakah kesuksesan dimulai dari kegalauan yang sangat serius??”. hal itu aku urungkan karena akupun sudah tahu jawabanya.

siapa???… siapa??? masih tentang siapa yang dapat membangkitkan semangat, kali ini aku menutup mata berharap dapat jawaban. pikiranku kembali ke masa lalu mencari siapakahh wanita yang pernah sedikit membuat salah tinggah dan membuat kaku.

AlISA DESI!!

seorang gadis cantik dengan tahi lalat di dagunya, pintar, berprestasi dan ramah. waktu itu aku membuka percakapan tentang masalah penghijauan. sedigit keki ketika mengingat percakapan tersebut itu adalah sebuah percakapan yang membicarakan ide yang GOUBLOK!!!

malu……. masih terasa malu

kali ini aku mencoba mencarinya di socmed, pahit memang ketika tahu bahwa dia sudah membatalkan pertemanan pada facebook. lama berselang aku menemukan di IG dan melihat jebretan paras wajahnya.

kali ini dia bersemayam dalam wallpaper ponselku, sering kulihat dan ku ucapkan selamat pagi dan malam, seperti orang gila.

dia adalah sebuah tujuan, untuk melangkah kesana perlu kerja keras dan kesuksesan??. walaupun pada akhirnya hal tersebut tak tercapai, tak apalah ketika dalam perjalanan sudah berbuah kesuksesan.

dan sekarang ada nama yang terselip didalam doa…  “tuhan doa ini untuk alisa desi………………….”.

Metamorphic of Scaramouche : hidup di keluarga didikan pesantren (EDIT 4)

buat kamu yang muslim, pernah nggak ikut acara tahlilan atau pengajian?? itu loh yang  setelah selesai acara  tumpah ruah segala jenis cabe-cabean makanan??.

kalo kamu liat begitu banyak makanan disajikan maka kamu harus nyesel… nyesel karena lupa mengosongkan perut terlebih dahulu, atau lupa ngajuin judul skripsi #hadeh.

pengajian bagi remaja gaol dan fangkih seperti gueh itu adalah hal yang sangat membosankan (remaja calon kena azab), iya itu diawalnya,
sering liat nggak ada orang yang tadinya ngantuk, dengat dengut, muka nempel di karpet, karpet basah karena iler..tapi kalo sudah mendengar bunyi “ting ting ting ting” pasti muka terangkat, mata sumringah, mulut kembali komat kamit, iya.. itu gueh banget.

walaupun mulut komat kamit sembari membuka halaman buku tahlil pikiran tetep saja memikirkan  ada apa dibalik bunyi ting ting. kalo minum jelas teh manis anget tetapi makanan adalah hal yang sulit ditebak. dari sini kita mulai membelokan niat yang tadinya karena alloh menjadi nawaitu tahlilan biar dapat makanan.

aku lahir di sebuah desa dimana pengajian merupakan suatu hal rutin, apalagi keluargaku terkenal keluarga jebolan pondok pesantren, bapak dan ibu aku dari pesantren, ketemu di pesantren, pacaran di pesantren, nikahnya di luar hamil #apaseh.

banyak keuntunganya hidup dari keturuan keluarga pesantren diantaranya “jeng jeng jeng jeng (musik pembuka)”

pertama : terkenal aktif, selalu di undang ke acara pengajian atau tahlilan dan dianggap orang penting di pengajian tersebut. setiap habis isya aku menanti bapak pulang tahlilan, itu seminggu bisa 2 sampai 4 kali tergantung dari berapa banyak orang yang meninggal. jadi kadar protein didalam tubuhku berbanding lurus dengan seberapa banyak orang meninggal di minggu tersebut.
jadi kalo ada orang meninggal itu merupakan suatu anugrah terindah yang pernah kumiliki… teringat tawamu mendengar senandungku..jreng jreng jreng.

kedua : terkenal, ya  itu pasti karena bapak dan ibu aku ikut andil dalam acara keagamaan pasti terkenal, baik terkenal menjadi bagian penting dalam acara juga terkenal karena sering membawa pulang lauk sisa acara.

ketiga : Menjadi contoh/teladan dan disukai cwe-cwe remaja masjid , *mungkin yang ini terlalu maksa.

eh jangan kira loh hidup di keluarga basic pesantren itu tidak merasakan kepedihan, walaupun kamu tahu aku udah di jamin masuk surga….loh (ngimpi)

aku ulangi bahwa aku seorang pemalas didikan keluarga berpendidikan pesantren, semua keluarga pesantren dan aku adalah satu satunya yang tidak mengenyam pendidikan pesantren. hal yang paling menyedihkan adalah ketika ada acara kumpul keluarga kemudian tibalah saatnya doa dan disitulah aku pengin mencekik leher sendiri.. gimana tidak?? aku tidak tahu apakah yang mereka ucapkan, mau nggak mau aku harus lipsing dengan keringet yang menetes satu persatu dari bagian belakang kepalaku.

aku adalah anak yang rajin mengaji (dulunya dimulai sejak umur 3 tahunan), hidup di desa memang sangat enak setiap minggu ada aja yang ngrayain pengajian mengundang ki yai – ki yai kondang, tak jarang kalau aku dewasa sebelum waktunya, terkadang apa yang diucapkan pak kiyai itu menimbulkan pertanyaan sendiri, ya pastinya dong aku menceritaakan apa yang aku dapat di pengajian kepada kedua orangtuaku,

“mah… arti senggama apa sih??” tanyaku sambil ucek-ucek mata dan sesekali menggaruk-garuk punggung.

ibuku tak lantas menjawab dia memilih asik mengiris wortel dari pada menjawab pertanyaanku. aku menyadari itu adalah sebuah kata yang tidak mungkin dimengerti oleh anak kecil yang manis sepertiku. ah lupakan tentang senggama. membahasnya aku malah jadi kepengin…ashsudalah.

setiap bulan-bulan baik pasti menumpuk undangan-undangan di meja tamu, terkadang masih ada beberapa masih terselip di bawah pintu, aku adalah yang mengumpulkan undangan-undangan tersebut, membacakanya di depan kedua orangtuaku .mungkin kedua ortuku memiliki maksud biar aku suka membaca dan aku memang suka, tapi bukan suka membaca kesuluruhan tetapi lebih kepada untuk melihat sebuah kata yang diisi dikolom “hiburan”

hiburan sebuah acara di desa paling banter kuda lumping a.k.a embeg, lengger, wayang. dan ada juga yang mencantumkan “pengajian” di kolom hiburan.

Metamorphic of Scaramouche (Sinopsis)

Sesi ini menceritakan tentang seseorang yang pemalas yang memiliki angan tinggi untuk menjadi apapun. dari mulai menjadi pendakwah, komedian, programer, musisi bahkan menjadi atlet olahraga. hidupnya memang jauh dari narkoba bahkan miras tapi dipikir-pikir hidupnya cukup bangsat karena memiliki mantan yang aduhai yang mungkin kecantikanya setara dengan artis.

dia berasal dari sebuah desa kecil 35 kilometer dari pusat kota kecil. hidupnya selalu berbenturan dengan isi kepalanya yang memiliki segudang ide konyol. dia selalu berteriak, mengeram, memaki bahkan tertawa terbahak bahak diatas sepeda motor metik yang dimilikinya.

hidupnya memang sangat kacau, hal yang paling menyedihkan adalah dia kecanduan film porno.dia selalu melawan dalam hal ini tapi selalu tumbang.

tapi ada satu sifat baik, iya SATU sifat baik dimana dia sangat menyayangi orang tuanya. mungkin setengah hidupnya memikirkan agar orang tuanya bahagia dan hal yang memberatkan adalah “BAGAIMANA?”.

ikuti kisahnya.

1. Angsa a.k.a banyak

menceritakan tentang masa kecil yang suram, dimana kelamin hampir di patok angsa

2. surat cinta untuk kurniah

cinta pertama dan surat pertama

3. surat cinta dari guru

berak di celana, dibuly massa

4. cinta kartika

cinta masa sma memang indah

5. presma

cerita bangsat tentang menjadi president mahasiswa

6. pindah kuliah

perpindahan kuliah

7. mati di semester akhir

masih di semester akhir

8. Menjadi Komedian

Gagal Openmic

9. cita cita apasih cita-cita

Menuai cita cita yang tak kunjung …….

10. Keluarga

tentang keluarga

KPM Story

Hari ini selasa tanggal 11 bulan 11 tahun 2014, waktu di pojokan laptop menunjukan angka 00:07, mata ini sebenarnya sudah mulai ingin mengatup menenggelamkan bola mata, bias mimpi pun datang. entah apa yang mengganggu di otaksehingga diriku enggan untuk beranjak tidur.

setelah berfikir ternyata banyak yang mengganggu difikiranku, sekali lagi ini masalah tanggung jawab, tanggung jawab yang tidak seberapa besarnya tetapi banyaknya itu loh, dari pekerjaan, project kemudian Tugas Akhir, ditambah lagi aku sekarang sedang menjalani suatu kegiatan Kuliah Pengabdian masyarakat (KPM).

sungguh waktu yang sangat sedikit..

oke kuliah pengabdian masyarakat (KPM) pada intinya kita mengabdi kepada masyarakat, mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di dunia akademis kedalam kehidupan bermasyarakat. dan ini merupakan hari ke 28 dengan jatah hari yang diberikan pihak kampus yaitu 30 Hari. sangat kurang memang waktu yang diberikan untuk membuat perubahan besar.

kita bersepuluh 5 cwe dan 5 cwo, cwo tinggal di tempatnya bapak lurah, keluarga bapak lurah memang induk semang yang sangat baik, dikit-dikit nawari makan, nggak heran kalo gue pulang kata yang pertama gue denger dari orang-orang yang melihat gue adalah “kamu gemuk bener”.

yang cwe tinggal di tempanya bapak sekdes, induk semang yang baik, ah entahlah… gue nggak bisa cerita banyak, ada beberapa konflik kecil kayaknya, kecil loh.. kecil banget. nggak usahlah  ditulis …………….

gue bilang tadi ini hari ke 28, 2 hari lagi gue mau ninggalin tempat ini, menemukan 2 keluarga  baru yang super dam 9 keluaga ndaho. kata ndaho memang terdengar di hari pertama yang artinya untuk menyikapi  tinggah polah dari temen-temen yang kurang pas atau sangat gila nggak ketulungan. dan kata itu pertama kali digunakan untuk menanggapi tingkah gue.

keisengan berlanjut untuk membuat sebuah blog gallery yang beralamatkan http://kpmndaho.wordpress.com. dan seluruhnya dalam bentuk qr-code ada disetiap ….. jeng jeng

 

Ada disetiap petunjuk arah

Ada disetiap petunjuk arah

Disetiap kop surat undangan yang dibagikan

Disetiap kop surat undangan yang dibagikan

Jpeg

Qr Code ada disetiap AL-QUR’AN dan BUKU yang dibagikan

 

#gagalapel

Kulo Nuwun | Sinten …!! | kulo…  sinten?? | kulo nuwun… #gagalapel
Kulo nuwun | masuk mas.. | Maudy enten bu?? | oh kae agi ndeleng tv karo pacare #gagalapel

Bapak sugeng bu ? | alhamdulilah mas… pripun kuliahe mas | ………… #purapuramati #gagalapel

Mas.. mase jebul ganteng yah.. | njih bu maturnuwun, ibu juga ganteng #gagalapel

mas ngerti ra.. lemahe bapake maudy kue 4 hektar …bayangna kue mas.. | langitipun padang wulan nggih bu #gagalapel